Rekomen Buku

How To Trust in His Perfect Timing in 2 Steps - IMAN Shoppe Bookstore

How To Trust in His Perfect Timing in 2 Steps

One of the major challenges that many people have today is in getting over the need to have things happen by their personal timeline. Frankly, almost everybody has goals and targets which they set for their future, with the aim to achieve those milestones that they deem to be important in a timely manner. Fair enough.  One of the important factors that you must never overlook is your understanding on how God’s timing works. There is divine wisdom in His decisions to bring things into reality, setting everything in the chain of your life’s events to fall into place in proper motion, and into their appropriate places.  Do you believe that God is The Most Wise? And do you trust Him to always do the right thing? Therefore, do you then accept that the BEST thing will happen for you at the most PERFECT time in your life? 1. Keep believing God’s Timing is the best  Whenever I deny my kids something they so desperately want, the usual reaction I get is that they will scream in anger, throw a tantrum, and cry loudly - sometimes for up to ten minutes, or they sulk and turn away from me and go to my wife instead.  And then I said to myself, “Wow. Isn’t that how most adults behave towards God too when we don’t get what we want, at our timing?” We get angry and frustrated, and we throw our anger at those around us.  Some of us may cry uncontrollably, daily - for weeks, or months. And then there are those who sulk. They give up asking from God altogether. Fatigue from asking and waiting sets in. So they selfishly and arrogantly turn away from Him, to turn to some other thing or someone else instead. But then I thought to myself. If only my children knew how much I loved them. And that love was and will forever be the main reason why I deny them of the harmful things they ask for, as a way of protecting them.  2) Realising either it is a blessing or a curse My 2-year old son used to like watching me whenever I shave. I always tried to be discreet when I do it, as I don’t wish for him to see where I keep my shaver and how I use it on my face. I understand that the razor will one day be a blessing to him - but isn’t it funny how something that could one day be a blessing to you, could be a curse if you get it too soon? The scissors and knife will be of benefit to them one day when they’ve matured. But giving it to them now will only cause them potential pain and suffering.   Let’s look at this through another example. More money NOW may seem to solve all your problems and bring you all the happiness you desire. But receiving more money before you’ve learned how to manage it well may cause you to lose control of your life, or cause you to lose your marriage, or cause you to be the target of someone with envy that you won’t be able to defend yourself against this person. Who knows what the potential harms and benefits will be? That’s right. Only God knows. The same goes with regards to marriage. You want to get married now. Or at work. You want to get promoted to a leadership role in your organisation. Or with your family. You want to have a child now. Or your business. You want your company to expand globally now.  You see, there is a blessing in every delay. The reason as to why some prayers may not have been granted yet, could be due to the wrong assumption of what we think is good for ourselves during each stage of our lives. And our assumptions are generally flawed. You’ve been asking for something that you thought was going to bless you - but God knows better. Whenever He sees your request as something that has the potential to do more harm than good, He denies. And by denying, He is actually giving. This article is from Ustaz Mizi Wahid’s book, The Art of Letting God. Do you want to learn more how you can trust ini Him ? CLICK HERE to get your copy! 

Keep reading
5 Buku Aktivis Dakwah Wajib Baca! - IMAN Shoppe Bookstore

5 Buku Aktivis Dakwah Wajib Baca!

  وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ Maksudnya : Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang soleh, sambil berkata: "Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah. (Fussilat, ayat 33) وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Maksudnya: “Dan katakanlah (wahai Muhammad): Beramalah kamu (akan segala yang diperintahkan), maka Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan; dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata, kemudian Ia menerangkan kepada kamu apa yang kamu telah kerjakan" (At- Taubah ayat 105)  Menjadi aktivis dakwah yang bekerja memanfaatkan segala keupayaan dirinya buat agama dan masyarakat memerlukan bekal yang cukup agar tidak mudah putus asa dan tetap bersabar atas apa jua mehnah dan tribulasi yang menimpanya. Untuk itu, Kak Iman ingin cadangkan 5 buah buku yang perlu dimiliki dan dibaca oleh para aktivis dakwah.  Supaya kita akan rasa lebih jelas dengan tujuan dakwah ini dan lebih bersemangat selepas membaca kelima-lima buku ini.  Semoga ia membantu kalian pula.   1. Ar-Raheeq Al-Makhtum (Sirah lengkap Nabi Muhammad) oleh Syeikh Sofiyyurahman Al-Mubarakfuri Siapa lagi yang harus menjadi idola atau model ikutan bagi kita para aktivis dakwah jika bukan Nabi Muhammad SAW? Dengan membaca buku ini, Kak Iman terasa lebih dekat apabila mengetahui kisah-kisah kehidupan Rasulullah. Ketika lebih mengenali Rasulullah SAW, kita akan lebih menghayati kisahnya dan mampu mencintai sunnahnya. Dan sunnah Rasulullah SAW yang terbesar adalah dakwah itu sendiri.     2. Himpunan Risalah Imam Hassan Al-Banna  Imam Hassan Al-Banna merupakan satu sosok yang tidak asing lagi bagi para aktivis dakwah. Kredibiliti dan qudwahnya memimpin dan menyusun Ikhwanul Muslimin menjadi sebutan sehingga hari ini. Buku ini memberikan pemahaman penting dan asas dalam memahami Islam serta dakwah itu sendiri. Buku ini merupakan himpunan segala pesan dan nasihat dari seorang rijal dakwah yang menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya.    3. Apa Erti Saya Menggabungkan Diri dengan Dakwah oleh Muhammad Abduh   Menggabungkan diri dengan dakwah merupakan satu kemuliaan dalam Islam.  Buku ini membahaskan isu seputar penggabungan diri aktivis dakwah dengan dakwah yang diyakini seperti kepentingan menggabungkan diri, pra syarat dan persediaan, dan bagaimana seorang aktivis dakwah ingin menggabungkan hati dan perasannya, akal dan pemikirannya, organisasi dan gerakannya terhadap dakwah.     4. Modul Tarbiyah Islamiah 1 & 2 oleh UC Books   Buku tebal ini menggabungkan isi-isi penting dari beberapa buah buku asas untuk pemahaman para aktivis dakwah.  Antaranya bukunya adalah Tafsir pilihan Al-Wadhih Juz 29 & 30, Hadis-hadis pilihan Al-Adab, Tauhid Al-Zindani, Sirah Nabi Muhammad Mustafa As-Syibaie, 65 Gambaran Kehidupan Sahabat, Mukaddimah Tafsir fi Zhilal Qura’n dan Hadis Arba’in. Buku ini menjadi pilihan Kak Iman kerana ia mudah untuk dibawa ke mana-mana bagi kegunaan dalam usrah dan juga ia telah disusun mengikut keperluan para aktivis dakwah.   5. Da’i Disruptor oleh Muharikah Buku ini bukan setakat membincangkan peribadi da'i disruptor tapi turut membawa Kak Iman kembali merenung berkaitan mindset, amal dakwah dan usrah yang dilalui saban minggu.  Sejauh mana ia memberi kesan dan terus kekal relavan untuk generasi demi generasi. Buah fikiran yang dilontarkan begitu membumi. Bukan setakat mendatangkan persoalan, penulis turut berkongsi rekomendasi solusi dan penyelesaian.  Membaca buku ini membuat Kak Iman bertekad untuk berhenti mengeluh tapi terus berbuat dan berbuat. Sekian, perkongsian kali ini. Moga membantu buat para aktivis dakwah sekalian untuk terus tetap dengan tujuan. Tidak berputus asa di jalan dakwah ini. Jadikanlah dakwah sebati dalam peribadi kita. Ia merupakan jual beli yang takkan pernah rugi yang Allah sebutkan di dalam al-Quran. يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ تِجَـٰرَةٍ۬ تُنجِيكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيم . تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٲلِكُمۡ وَأَنفُسِكُمۡ‌ۚ ذَٲلِكُمۡ خَيۡرٌ۬ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ Maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman! Mahukah Aku tunjukkan sesuatu perniagaan yang boleh menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya? Iaitu, kamu beriman kepada Allah dan rasulNya, serta kamu berjuang membela dan menegakkan agama Allah dengan harta benda dan diri kamu; yang demikian itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu hendak mengetahui (hakikat yang sebenarnya). (As-Saff ayat 10-11)    Sekian dulu untuk kali ini.

Keep reading
10 Buku Pilihan Kak Iman 2018 - IMAN Shoppe Bookstore

10 Buku Pilihan Kak Iman 2018

Kita semua membaca bersebab. Ada yang membaca untuk mencari jawapan. Ada yang membaca untuk mendapat inspirasi. Dan ada yang membaca untuk “lari” sebentar dari realiti.   Pembacaan Kak Iman tidak pernah dikhususkan kepada hanya satu genre kerana Kak Iman percaya setiap buku memainkan peranan berbeza mengikut kesesuaian situasi. Dari puluhan buku yang telah Kak Iman baca untuk 2018, terdapat 10 buah buku yang telah memberi impak kepada Kak Iman; sama ada buku-buku ini mengajar Kak Iman, merawat Kak Iman atau membantu Kak Iman untuk memahami kehidupan ini dengan lebih baik. Berikut adalah 10 buku pilihan Kak Iman untuk 2018. Moga buku-buku ini membantu kalian semua pada tahun 2019 sebagaimana “mereka” telah membantu Kak Iman sepanjang 2018.Kategori : Bukan Fiksyen Untuk cuba menakluki ketidakyakinan di dalam diri : Unshakeable oleh Aiman Azlan Apa yang membezakan buku Unshakeable dengan buku-buku Self Help lain di luar sana adalah konsep ketidakyakinan dibincangkan secara realistik dan “relatable” di dalam buku ini. Penulisnya kemudian membincangkan langkah-langkah yang boleh diamalkan untuk seseorang membina keyakinan diri dengan cara yang praktikal dan strategik. Quote yang disukai dari buku ini : "We will always be a work in progress." Dapatkan buku 'Unshakeable' di sini atau di kedai buku seluruh Malaysia. . Untuk berfikir dua kali sebelum meninggalkan sebarang komen di sosial media : Hikmah dan Karakter oleh Hasrizal Abdul Jamil Melalui pemerhatian, sosial media masa kini telah melahirkan masyarakat yang biadap dan passive-aggresive. Kita tidak mampu menjadi pengguna sosial media yang bijak apatah lagi berhemah. Buku ini hadir sebagai panduan kepada kak Iman untuk lebih mindful dengan tutur kata dan cara pembawakan diri sama ada di sosial media atau dunia sebenar. Bahagian yang terkesan pada diri : “Kesimpulannya, “hikmah” adalah kata-kata yang sesuai untuk orang yang sesuai pada waktu yang sesuai pada kadar yang sesuai dengan pendekatan yang sesuai. Dalam erti kata lain, hikmah adalah tepat. Kerana itulah apabila al-Quran disebut sebagai al-Hakim dalam surah Ya Sin ayat dua, bermaksud al-Quran itu tepat.” Dapatkan buku ini di sini atau di kedai Iman Shoppe, Serdang. . Untuk pengurusan masa yang lebih efisien bila kita rasa seolah 24 jam sehari tidak mencukupi: I Have 25 Hours A Day : The Smart Way To Create More TIme oleh Dr Mohd Daud Bakar Kak Iman ada seorang kawan ini. Pada suku terakhir 2018, beliau perlu mengimbangi 2 komitmen kerja disamping pengajian PhD beliau (respect!).  Beliau cakap, "ketakutan paling utama adalah bukan saja saya tidak akan mempunyai cukup masa untuk untuk melaksanakan 3 komitmen tersebut, tetapi kualiti salah satu dari komitmen tersebut mungkin akan terkorban."  Bagaimana 24 jam yang kita ada perlu dibahagikan untuk kerja, belajar, ibadah, aktivisma, dan yang paling utama, waktu bersama keluarga? Buku in memberi jawapannya.  Bahagian yang banyak membantu : Chapter 6 – Impact Measurement of Time dan Chapter 7 – 25 Hours A Day : A Myth or Reality? Dapatkan buku ini di sini atau di kedai Iman Shoppe, Serdang. .  Untuk merasai “women empowerment” dari tokoh-tokoh wanita Tanah Nusantara : Ustazah Zaman Dulu-Dulu oleh Maisarah Mohd. Pauzi Kita sering merasakan yang tokoh perjuangan emansipasi wanita hanya berada di negara-negara Barat. Buku ini membuktikan sebaliknya dan ia membantu untuk merapatkan jurang antara wanita-wanita muda masa kini yang tidak mengenali tokoh-tokoh wanita yang merupakan pioneer kepada perjuangan pemberdayaan wanita di Tanah Nusantara. Bahagian untuk renungan: “Penting untuk kita hargai sejarah emansipasi wanita terutamanya dari sudut pandang kita sendiri. Emansipasi wanita di Barat majoritinya diperjuangkan oleh golongan feminis di sana kerana sejarah mereka yang tertindas. Dan kita, walaupun kita berkongsi jantina yang sama tetapi jalur sejarah kita tidaklah sama dengan mereka.” Dapatkan buku ini di sini atau di kedai buku seluruh Malaysia. . Untuk mengambil inspirasi dari perjuangan seorang wanita yang berusaha untuk membijakkan dirinya : Educated oleh Tara Westover Educated adalah sebuah memoir yang mengisahkan hidup penulis Tara Westover dan ahli keluarganya yang merupakan pengikut agama Mormon dan mengasingkan diri mereka dari kehidupan bermasyarakat. Mereka tidak pernah keluar berjumpa dengan ahli masyarakat lain dan kesemua anak-anak tidak dibenarkan ke sekolah untuk menuntut ilmu. Namun sifat ingin tahu membuatkan Tara berjuang untuk mendapatkan ilmu buat dirinya hingga beliau akhirnya memperoleh PhD dari University of Cambridge. Qoute yang memberi impak : “Everything I had worked for, all my years of study, had been to purchase for myself this one privilege: to see and experience more truths than those given to me by my father, and to use those truths to construct my own mind. I had come to believe that the ability to evaluate many ideas, many histories, many points of view, was at the heart of what it means to self-create. If I yielded now, I would lose more than an argument. I would lose custody of my own mind. This was the price I was being asked to pay, I understood that now. What my father wanted to cast from me wasn’t a demon: it was me.” Boleh dapatkan buku ini di MPH Bookstore, Borders atau Kinokuniya, KLCC.  . Untuk lari dari “kebisingan” dunia dan menghargai kembali “kesunyian” yang membantu kita memahami diri dengan lebih baik :  In Pursuit Of Silence : Listening For Meaning In A World Of Noise oleh George Prohcnik Kita kini hidup di zaman yang dikelilingi dengan bunyi bising, sama ada dari muzik yang kita pasang di fon telinga kita, bunyi hon kereta bila kita terperangkap di kesesakan jalan raya, ataupun bunyi bising video “viral news” yang dilambakkan di sosial media. In Pursuit Of Silence memberi konteks kepada kedesakan kita untuk mencari “background noise” dan rasa takut untuk bersendirian dengan diri dan fikiran kita sendiri. Quote kegemaran : “Stores and restaurants make noise to seduce us, overstimulate us, and prove they exist. Fear of disappearing, of the stillness of eternity lurking in the recesses of silence is, of course, also a reason that individuals like to hear themselves talk, and turn on a television the moment they walk into an empty room.” Boleh dapatkan buku ini di Kinokuniya secara online atau walk-in di KLCC. .  Untuk bersikap kritikal dan berhati-hati sebelum menekan butang “Share” atau “Forward” : Weaponized Lies - How To Think Critically In The Post Truth Era oleh Daniel J.Levitin “Fake news” dan “post-truth” menjadi lingo di zaman semua mengejar viral masa kini. Buku ini mempersiapkan kita untuk menjadi lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih maklumat atau berita yang ingin disebarkan. Penulis Daniel J.Levitin, seorang saintis neuro, menerangkan pendekatan asas ke arah pembentukan pemikiran kritikal  minda – minda yang mampu berfikir, menganalisis dan menilai kesahihan fakta atau maklumat secara logik dan rasional.Buku ini memaknai surah Al-Hujurat 49:6 yang Allah telah ajar kita selama ini. Bahagian yang memberi kesedaran : "Many people think, "If I found it online it must be true." With no central authority charged with the responsibility of monitoring and regularing websites, the responsibility for verifying claims falls on each of us." Boleh dapatkan buku ini di MPH Bookstore atau Kinokuniya, KLCC. .Kategori : Fiksyen Untuk kita yang obses dengan “memutar kembali masa” untuk memperbaiki kesilapan di masa lalu : Sekali Lagi oleh Auni Zainal Kita sering kali dihantui dengan kesilapan masa silam kita. Bagaimana jika kita diberi peluang untuk memutarkan kembali masa? Adakah kita akan cuba menghidupkan kembali hari tersebut sehingga setiap sesuatu di dalam hari tersebut “perfect, error-free”? Tahun ini Kak Iman mencari-cari novel yang mampu “hook” Kak Iman hingga ke akhir cerita, dan novel ini berjaya melakukannya!  Pengajaran yang diperolehi : "Kita perlu belajar untuk memaafkan diri sendiri, kerana ini yang paling sukar untuk dilakukan sebenarnya." Dapatkan buku ini di sini atau di kedai buku seluruh Malaysia. . Untuk kita yang ingin terputus talian dengan Tuhan dan ingin berhubung semula denganNya : Letters To God oleh Norhafsah Hamid Di zaman sekarang ini, kita lebih mudah meluahkan segala masalah dan luahan perasaan di media sosial. Kita juga telah diindoktrinkan yang untuk berbicara dengan Tuhan, ianya perlu dilakukan di tikar sejadah, menadah tangan dan menuturkan kata-kata yang tersusun tatabahasanya. Tapi novel ini mengajar yang kita boleh berhubung dengan Allah hatta dengan menulis surat, seolah-olah kita berbicara dengan teman paling rapat tanpa rasa kekok atau terbatas dengan susunan ayat yang skema. Quote kegemaran : “Everything that has happened, there was a lesson for me to learn, though some of it, I still haven’t figured it out but I’m sure in time You will give me the wisdom.” Dapatkan buku ini di sini atau di kedai buku seluruh Malaysia. . Untuk diingatkan kembali tentang pentingnya buku dalam melawan kejahilan: Fahrenheit 451 oleh Ray Bradbury Buku yang dilahirkan pada tahun 1953 ini merupakan karya kegemaran kak Iman sepanjang zaman. Setiap tahun kak Iman akan cuba membaca semula buku ini kerana isi-isi di dalamnya sangat relevan untuk kita pencinta buku. Ia mengisahkan satu zaman di masa hadapan di mana tugas bomba bukan untuk memadamkan api tapi memulakan api. Benda yang dibakar? Buku. Aktiviti membaca diharamkam dan setiap rumah ditegah dari mempunyai walau sebuah buku. Bahagian paling memberi kesan : “If you don't want a man unhappy politically, don't give him two sides to a question to worry him; give him one. Better yet, give him none. Let him forget there is such a thing as war. If the government is inefficient, top-heavy, and tax-mad, better it be all those than that people worry over it. Peace, Montage. Give the people contests they win by remembering the words to more popular songs or the names of state capitals or how much corn Iowa grew last year. And they'll be happy.” Boleh dapatkan buku ini di MPH Bookstore atau di Kinokuniya, KLCC.  . Fuh, selesai sudah 10 buku terbaik pilihan Kak Iman untuk 2018. Moga buku-buku ini menambah nilai kepada tahun 2019 kalian semua. Selamat Tahun Baru dari Team IMAN! 

Keep reading